Mellany & Satrio

Every love story is beautiful, but ours is my favorite. Through the highs and lows, our love grows stronger and deeper with each passing day.

With Grateful Hearts We Welcome You :

Friends & Family

Bride & Groom

The best love is the kind that awakens the soul and makes us reach for more, that plants a fire in our hearts and brings peace to our minds.

Mellany Octa Salsabila

Putri Pertama Dari
Bapak Eko Sugiarto & Ibu Erna Setyowati

Satrio Bagus Wicaksono

Putra Kedua Dari
Bapak Kuswantoro & Ibu Jumilah

SAVE THE DATE

Minggu, 02 Agustus 2026

Akad Nikah

08 : 00 - 09 : 00 WIB

Resepsi

13 : 00 - 16 : 00 WIB

Bertempat di
RT 06 RW 03, Desa Pogalan, Kec. Pogalan, Kab. Trenggalek

Counting The Days

  • 00Hari
  • 00Jam
  • 00Menit
  • 00Detik

Berawal dari Kelas Satu SMA

Seperti lagu Remaja dari HIVI! yang selalu mengingatkanku pada masa-masa sekolah, begitulah kisah kami bermula.

Sebenarnya, kami sudah saling mengenal sejak SMP. Kami berada di sekolah yang sama, satu angkatan, tetapi berbeda kelas. Aku di kelas I, sementara dia di kelas H. Saat itu, kami hanya sebatas tahu nama masing-masing. Tidak pernah benar-benar berbincang, bahkan bertegur sapa pun sangat jarang. Hingga akhirnya kami dipertemukan kembali di kelas satu SMA.

Tahun Pertama

Meski berada di jurusan yang berbeda (dia di IPS dan aku di IPA) semesta rupanya selalu punya cara untuk mempertemukan kami. Kecintaan kami pada dunia seni membuat langkah kami sering berpapasan.

Lalu, tanpa pernah kami rencanakan, ada sebuah perjalanan ke Malang bersama sahabat-sahabatku. Awalnya, dia hanya diajak karena rombongan membutuhkan tambahan orang, dan saat itu kami memang sedang dekat. Siapa sangka, perjalanan yang tampak biasa itu justru menjadi salah satu bagian terpenting dalam kisah kami.

Sepulang dari Malang, kami memutuskan untuk melangkah bersama. Tahun 2016 menjadi bab pertama perjalanan kami.

Kisah Kasih

Masa SMA menjadi salah satu bab paling indah dalam kisah kami. Dia sering menjemputku di pagi hari dan mengantarkanku pulang. Sepulang sekolah, kami mencari makan bersama, lalu menghabiskan akhir pekan dengan menonton film di Golden. Begitu seringnya, hingga tiket-tiket bioskop itu kami simpan menjadi sebuah album kenangan.

Kami juga tumbuh bersama melalui berbagai lomba, saling mendukung dalam setiap langkah dan mimpi. Waktu berlalu begitu cepat, hingga akhirnya masa-masa indah itu harus memberi ruang pada babak baru. Kami dihadapkan pada pilihan untuk menjalani hubungan jarak jauh.

Surabaya dan Yogyakarta

Perjalanan kami berlanjut di dua kota yang berbeda. Aku memilih Surabaya, sementara dia melanjutkan langkahnya di Yogyakarta. Ini menjadi salah satu keputusan terberat kami. Bertumbuh di tempat yang berbeda demi mengejar ilmu, pengalaman, dan mimpi masing-masing.

Hubungan jarak jauh bukanlah hal yang mudah. Kami hanya saling menyapa melalui layar, lalu menghitung hari hingga waktu pulang tiba. Sebulan sekali, kami selalu berusaha pulang di tanggal yang sama agar bisa bertemu.

Seiring waktu, Surabaya menjadi rumah keduaku, tempatku belajar, melanjutkan studi hingga S2, dan memulai karier. Begitu pula Yogyakarta baginya. Meski dipisahkan oleh jarak, kami tetap melangkah ke arah yang sama.

Dialog Senja

Masa transisi ini menjadi salah satu fase terberat bagi kami. Meninggalkan sebuah kota berarti meninggalkan begitu banyak kenangan, kenyamanan, dan mimpi yang telah dibangun.

Di banyak senja, kami menghabiskan waktu untuk berdialog tentang masa depan. Hingga akhirnya, aku memutuskan meninggalkan Surabaya dan mencari pekerjaan di Yogyakarta agar jarak di antara kami tak lagi sejauh dulu. Keputusan itu tidak mudah. Namun, di kota baru ini, aku justru menemukan kehidupan yang bahkan lebih indah dari yang pernah kubayangkan.

Menemukan Rumah ‘itu’

Sepuluh tahun telah mengajarkan kami bahwa rumah bukan sekadar tempat, melainkan seseorang yang selalu ingin kita tuju. Perlahan, kami menemukan rumah untuk bertumbuh, bermimpi, dan menua bersama. Tanpa terburu-buru, kami menunggu hingga merasa semuanya telah siap. Maka, kami memutuskan menikah untuk melanjutkan perjalanan yang selama ini kami perjuangkan.

Semoga fondasi yang telah kami bangun menjadi rumah yang kokoh, hangat, dan penuh kasih. Terima kasih atas setiap doa dan harapan yang mengiringi langkah kami.

Kini, kami akan merayakan untuk melanjutkan perjalanan kebahagiaan.

-Mellany & Satrio-

WEDDING GIFT

Your presence is the greatest gift of all, if you wish to bless us with a gift, a contribution to our wishing well would be warmly received

AN Mellany Octa Salsabila Sugiarto
1410024295891

Copy No. Rekening

AN Mellany Octa Salsabila Sugiarto
3240693959

Wedding Game

Thank You

Merupakan suatu kehormatan bagi kami apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir untuk memberikan doa restu

Mellany & Satrio

Design With Love by :